• Home
  • Catatan
  • Fiksi
  • jalan-jalan
  • Resume
  • Projects
  • About

Journal

Tag Archives: kalimutu

Larantuka yang ramah

25 Friday May 2012

Posted by maulanadanny in jalan-jalan

≈ 2 Comments

Tags

alam, danau, ende, jalan-jalan, kalimutu, kelimutu, lake, larantuka, maumere, Nusa tenggara timur, sumba, tourist, turis, visit, wisata


Perjalanan saya ke Larantuka pada tanggal 30 sampai 6 november 2011adalah perjalanan tugas terakhir saya di Trans TV. Sungguh perjalanan yang sangat jauh, melelahkan dan menyenangkan.

Saat itu, saya dan rekan lainnya membuat film documenter seorang dokter dari Jawa yang bertugas selama satu tahun disana. Seorang wanita muda dari suku yang berbeda tinggal selama di tempat asing tentu punya banyak kisah menarik.

Karena Larantuka berada di pulau Flores di provinsi Nusa Tenggara Timur, kami harus menggunakan dua pesawat yang berbeda. Dari Jakarta, kami berangkat pukul 6 pagi menuju Denpasar, Bali dan terbang lagi menggunakan pesawat yang lebih kecil pukul satu siang. Karena jam transit yang tanggung, terpaksa lima jam hanya melihat orang datang dan pergi di bandara Ngurah Rai, Denpasar.

Tiba di bandara Frans Seda di kota Maumere matahari sudah bergeser jauh ke arah barat. Sedangkan kami harus menempuh empat jam perjalanan ke arah timur pulau Flores. Atas saran supir, kami pun menginap semalam sambil membeli berbagai macam perbekalan.

***

Di hari kedua kami langsung tancap gas menuju Larantuka. Sebuah kota yang disebut-sebut Vatikan di Asia. Mayoritas Katolik taat yang ramah hidup dengan damai bersama agama minoritas lainnya. Sungguh Indonesia yang sesungguhnya.

Seperti kata supir, perjalanan ke Larantuka bukan perjalanan mudah. Selain jalannya yang berliku, juga penuh lubang dan perbaikan hingga kami harus sesekali berhenti untuk beristirahat. Dan pukul dua siang, kami pun tiba di rumah dinas dr. Indra.

dr. Indra Widi Sari Dewi tinggal di desa Waimana sejak enam bulan yang lalu. Disini ia bertugas di sebuah puskesmas untuk melayani pasien dari beberapa desa tetangga. Sungguh diluar dugaan, desa ini penuh dengan orang-orang yang sangat ramah khas Indonesia timur. Penuh senyum, saling sapa dan bahkan mengajak mampir untuk makan malam bersama. Jauh berbeda dengan sifat individual orang-orang kota seperti di Jakarta.

Betapa beruntungnya kami, di hari kami tiba adalah hari penutupan bulan Maria. Yaitu bulan dimana semua masyarakat Katolik melakukan acara misa khusus untuk bunda Maria. Sungguh perayaan yang meriah dan sangat berbeda dari tempat lainnya di dunia.

***

Tiga hari lamanya kami tinggal di rumah dinas dr. Indra di desa Waimana. Banyak hal yang menarik mulai dari kehidupan masyarakat lokal, budaya dan kebiasaan hidup. Karena desa ini letaknya di pinggir pantai, kami selalu makan ikan segar dan menikmati matahari terbit setiap pagi. Sungguh kehidupan yang sempurna bagi orang kota.

Setelah selesai merekam kisah dr. Indra, kami kembali ke Maumere. Karena masih ada sisa dua hari di sebelum kembali ke Jakarta, semua tim ingin ke danau Kalimutu. Danau tiga warna yang legendaris di kabupaten Ende.

Danau kalimutu sebenarnya merupakan kawah hasil letusan besar ribuan tahun yang lalu. Isinya bukan air, melainkan belerang. Warna yang berubah-ubah itu masih merupakan misteri bagi sebagian besar peneliti. Menurut mitos, tiga warna itu (hijau, merah, hitam) adalah tempat arwah leluhur bersemayam. Warna tersebut melambangkan usia dan perbuatan leluhur semasa hidupnya. Tapi kini, danau tersebut tidak lagi tiga warna. Dua danau pertama berwarna hijau muda, dan danau yang letaknya paling tinggi tetap berwarna hitam pekat.

Jika ingin membawa oleh-oleh dari pulau Flores, beli lah kain tenun yang dibuat oleh para pengrajin lokal seperti yang dijual disini. Karena pembuatannya cukup lama, harganya pun cukup mahal. Sehelai kain dengan lebar tiga puluh centimeter dan panjang satu meter bisa seharga enam puluh ribu rupiah.

***

Perjalanan ke pulau Flores merupakan penutup tugas saya di Trans TV selama empat tahun terakhir. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang saya dapat selama bertugas di Trans TV. Bertemu orang-orang yang berbeda, mendatangi berbagai macam tempat eksotis di Indonesia dan tentu saja, kekeluargaan diantara sesama kru Trans TV tidak bisa diganti oleh apapun.

Tapi hidup terus berjalan. Dan kebutuhan akan pengalaman baru di tempat lain akan menambah kualitas hidup. Setidaknya bagi saya pribadi.

Blog at WordPress.com. Theme: Chateau by Ignacio Ricci.