• Home
  • Catatan
  • Fiksi
  • jalan-jalan
  • Resume
  • Projects
  • About

Journal

Tag Archives: cerita pendek

Surat untuk Mona

30 Saturday Jun 2012

Posted by maulanadanny in Fiksi

≈ 5 Comments

Tags

cerita pendek, cerpen, fiksi, kisah cinta, perpisahan, surat cinta


Sayangku Mona,

Langit akhir februari masih kelam. Sinar matari seolah tak mampu menembus mega yang kian bertumpuk menutupi bumi. Seperti hatimu yang kian mendung merambati waktu. Seolah mega yang meliputi hatimu menolakku tuk terus menghangatkanmu.

Tujuh hari berlalu sejak itu. Komunikasi kita makin tersendat. Entah apa penyebabnya. Aku kian bertanya pada hati yang nelangsa. Enggan bertanya langsung tuk jaga hati lembutmu tetap ceria.

Aku bukan orang yang mudah curiga, sayang. Kau tahu itu. Namun apa yang aku rasa saat ini, terlalu kuat menyakiti hingga tak mampu ku abaikan lagi. Kau berubah sejak senin malam itu.

Kisah cinta kita yang mesra dan ceria sehari sebelumnya, seolah terjun tanpa seutas tali pun ke jurang tanpa dasar. Jatuh, terus jatuh secepat asteroid habis terbakar sebelum menyentuh bumi.

Tapi aku tidak ingin berkisah tentang sendu. Setidaknya belum. Duduklah yang tenang, sayang. Aku akan mulai berkisah tentang awal kita mengikat cinta.

***

Sejak kita nonton bareng, seolah ada tembok yang tak boleh aku tembus. Meski ingin ku kian besar, namun kau tak mengizinkanku tuk bertamu lagi. Hingga kisah kita yang tak sampai satu paragraf pun, tersapu badai waktu.

Setahun kemudian kita ditemukan lagi di bab kehidupan. Dimulai dari musim hujan di akhir desember. Tangan takdir bekerja dengan teknologi, menghangatkan kembali hubungan kita.

Perlahan, waktu memberikan dukungannya. Atmosfer semesta mendekatkan kita yang tengah nelangsa ditinggal cinta. Awal Januari, pena mulai kehabisan tinta. Kewalahan mencatat rasa saling suka diantara kita yang lebih cepat dari rotasi bumi. Dan kita pun terpisah sementara!
Harus ada sekat waktu yang ikut campur. Karena rindu yang pantas dikenang, adalah rindu yang terletak diantara harapan dan kepastian. Kamu harus keluar kota, sebagaimana naskah takdir menuliskannya.

Hingga kita bertemu lagi di tengah Januari. Rindu bekerja dengan baik. Harapanmu dan harapanku kian bertumpuk dan meninggi menyentuh lapisan terluar hati, hendak merobeknya dan menjadi satu. Di hari ke 18 itu kita mengikat hati tanpa lisan yang terucap dan saksi yang menatap. Hanya dinding beku yang menyaksikan ciuman pertama kita.

Diantara hari yang berlalu. Ada ciuman yang tersisa dan harapan yang bertambah. Kita ada dalam satu energi, hasrat dan rasa sayang. Rasanya aku ingin menyebarkan kabar baik ini pada dunia secepatnya. Namun katamu dunia belum siap menerima kisah cinta kita.

“Banyak cinta yang sedang ditonton oleh dunia saat ini. Cinta kita yang baru ini mungkin akan diacuhkan olehnya. Jika waktunya tepat, mari kita umumkan bersama. Tapi saat ini, cukup kisah ini hanya kita yang nikmati.”

Baiklah sayang, biarkan ini berjalan dengan semestinya di lantai waktu. Toh, di akhir babak pertama akan ada pemicu yang membuat dunia berpaling ke kita.

Lima enam minggu berlalu. Dunia masih sibuk dengan cinta yang lama. Kisah kita mulai masuk babak ke tiga. Kesimpulan dari keseluruhan kisah. Dan Kau sang penulis naskah, memutuskan cinta ini harus diakhiri. Kenapa?

“Aku belum putus dengan kekasih lamaku. Dan dia mulai mengetahui hubungan kita dari teman dekatmu.”

Mendengar suaramu yang lembut mengatakan hal itu seperti bungee jumping dengan tali yang rapuh. Hatiku terjun bebas tanpa pengaman. Dan kau pun terlihat rapuh dibalik senyum kecutmu.

Dan disinilah aku sekarang. Kantung mata makin membengkak.

Bukan sayang, bukan karena memikirkan dirimu yang menyedihkan. Hatiku kini lega tak terikat. Aku lebih banyak waktu mendekati mimpi. Dan lihatlah, penyesalanmu akan melebihi penyesalan Caesar karena tertipu hati pada Cleopatra.

Yang pernah singgah di hatimu,

Johan.

***

Danny Maulana, 19 Februari 2012

Harusnya ini malamku bercinta dengannya

26 Monday Sep 2011

Posted by maulanadanny in Fiksi

≈ 4 Comments

Tags

bercinta, cemburu, cerita pendek, cerpen, cinta, pacar, pacaran, pembunuhan, selingkuh


Lampu kamarmu masih terang. Suara cowok di dalamnya terus menggangguku. Sudah pukul setengah satu pagi dan pacarmu belum pulang juga. Padahal ini malam sabtu. Harusnya ini malamku bercinta denganmu Artika. Kau lupa dengan janjimu? Atau kau sudah merasa makin mahir dan enggan latihan lagi denganku?

***

“Hi…aku Artika.” Kau langsung mengulurkan tanganmu saat pertama kali muncul di depan kamarku. Untung saat itu pacarku tak ada dan aku tidak sedang nonton “film”.

“Hi…aku Pandhu. Kamu yang ngekost di kamar depanku ya?”
Continue reading »

Aku itu Kamu

25 Sunday Sep 2011

Posted by maulanadanny in Fiksi

≈ Leave a Comment

Tags

aku, cerita pendek, cerpen, cinta, kamu, kecelakaan, patah hati, tewas


“Kamu siapa?”

“Aku itu kamu”

“Hah? Jangan main-main ah!”

“Aku ngga main-main. Aku itu kamu.”

“Maaf ya, aku ngga punya waktu ngeladenin orang kayak kamu. Aku buru-buru.”

“Kamu mau ngejar Arina kan?”

“Loh, kok kamu tahu?”

“Aku kan udah bilang. Aku itu kamu.”

“Aahh, aku ngga percaya!”
Continue reading »

Mbok ku khawatir

25 Sunday Sep 2011

Posted by maulanadanny in Fiksi

≈ Leave a Comment

Tags

cerita, cerita pendek, cerpen, wanita malam


“Kamu hati-hati ya nduk, Jakarta itu kejam.”

“Iya mbok, aku tahu. Tapi tenang aja, Surti itu kan sudah empat tahun disana. Dan dia baik-baik aja.”

“Tapi perasaan mbok ngga enak nduk. Apalagi sama si Surti itu.”

“Ratri mengerti perasaan mbok, tapi aku tetap harus pergi kesana. Kalau aku tetap disini, kasihan Sari dan Waluyo. Aku ngga mau mereka berhenti sekolah…”

***

“Memangnya Surti janjiin kamu kerja apaan toh nduk?”

“Ya macam-macam. Nanti sampai di Jakarta, katanya aku mau dikenalin sama bosnya ibu Astuti. Terus sama ibu Astuti, aku nanti diajari mengasuh bayi, membersihkan rumah dan menyetrika baju dengan cepat dan rapi. Aku kan biasa ngerjain pekerjaan itu kan mbok? Jadi ngga sulit lah aku adaptasi disana. Terus aku mau diajari bahasa inggris dan arab. Kalo beruntung mau dikirim ke Malaysia atau Saudi mbok.”
Continue reading »

Kisah sebelum mati

02 Saturday Jul 2011

Posted by maulanadanny in Fiksi

≈ Leave a Comment

Tags

artikel, Blog Indonesia, cerita, cerita pendek, cerita singkat, cerpen, curhat, essai, fiksi, komentar, pemikiran, pikiran, renungan, Twitter, Wordpress, Wordpress.com


Gelegggarrr!! Suara petir bergantian merambati udara malam dari delapan arah angin. Angin kencang pukul dua belas malam itu memaksa si angker, pohon beringin tua di lapangan parkir karyawan mengangguk-anggukkan kepalanya. Suara gesekan dahan yang menyentuh kasar atap bangsal itu hanya bumbu awal dari suara ceria derasnya hujan malam itu.

“hhhmmmfff…hhmmff…hhhhmmmmffff…” suara itu. Suara tertahan wanita yang meminta pertolongan. Suara itu muncul malu-malu lalu hilang tertelan teriakan anak-anak hujan yang berlari diatas genteng.
Continue reading »

← Older posts

Blog at WordPress.com. Theme: Chateau by Ignacio Ricci.