• Home
  • Catatan
  • Fiksi
  • jalan-jalan
  • Resume
  • Projects
  • About

Journal

Category Archives: Catatan

Wajah Indonesia dibalik filter Instagram

09 Tuesday Apr 2013

Posted by maulanadanny in Catatan, jalan-jalan

≈ Leave a Comment

Tags

android, aplikasi, app, bali, Bandung, cerah, filter, halmahera barat, indonesia timur, instagram, iphone, jailolo, Jakarta, jalan-jalan, langit biru, laut, liburan, Lombok, maluku utara, Pantai, photo, photo editing, ternate, udara


Saat instagram dirilis bulan oktober 2010, tidak ada yang menyangka dalam waktu dua bulan saja satu juta pengguna iphone langsung mengunduh aplikasi tersebut. Bagaimana tidak? aplikasi ini seperti cawan suci para penggila fotografi. Produk yang diciptakan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger begitu mudah digunakan. Tinggal jepret, tambahkan filter jadul yang menambah suasana sentimentil, lalu share ke facebook dan twitter.

Instagram cukup beruntung dirilis saat trend smartphone bergeser dari kecanggihan hardware menjadi kecanggihan operating system dan mudahnya akses internet dimana-mana.

Saya sudah mengunduh instagram sejak awal 2011. Sejak itu pula rasanya mata selalu gatal mencari subjek foto untuk kemudian diberi filter dan di share di media sosial.

Beruntung kerja di stasiun tv swasta di Jakarta memberi saya banyak peluang untuk mencari subjek foto di berbagai sudut Indonesia. Inilah beberapa foto yang saya shot dengan DSLR atau iPhone dan diberi filter instagram.

Jakarta

Jakarta selalu menarik untuk diceritakan. Wajah ibukota yang terkenal super macet, panas, selalu ada demo dan dihuni penduduk yang tempramental ternyata bisa berubah 180 derajat jika hari libur tiba. Dan percayalah, selalu ada subjek menarik untuk di foto disetiap sudutnya.

Kebun Binatang Ragunan, Jakarta
Bajaj
Jl. Gatot Subroto, Jaksel
Orang Utan, Kebun Binatang Ragunan, Jakarta
Gorilla, Kebun Binatang Ragunan, Jakarta
Bandara Soekarno Hatta
Bandara Soekarno Hatta
Masjid DPR/MPR-RI, Jakarta
Kepulauan Seribu
Dermaga Muara Angke, Jakarta
Dermaga Muara Angke, Jakarta
Senayan City, Jakarta
Ratu Plaza, Jakarta

 

Bandung

Beda dengan Jakarta, kota Bandung adalah sebuah fenomena. Kota yang berada diketinggian 768 meter diatas permukaan laut ini selain terkenal dengan tempat berlabuhnya para calon intelektual karena begitu banyaknya kampus negeri dan swasta berkualitas. Juga kini menjadi kota factory outlet.

Sejak tol Cipularang dibuka, hampir setiap akhir pekan kota Bandung dipenuhi kendaraan plat B. Semua datang untuk berlibur disini. Dari wisata alam, sebagian besar dari wisatawan yang datang ke Bandung ingin menikmati kuliner dan puas belanja di factory outlet.

 

Bali dan Lombok

Siapa sih yang tidak tahu pulau Bali dan pulau Lombok? Semua orang selalu ingin liburan kesana. Selain pantainya yang luar biasa cantik dan bersih, udaranya juga cerah sepanjang tahun. Bahkan ada satu slogan “Di Bali, setiap hari adalah hari libur.”

Jargon yang tepat karena atmosfernya sungguh menyenangkan. Orang yang selalu tegang, stres dan arogan di Jakarta ketika datang ke kedua pulau ini bisa jadi hidupnya lebih santai dan bahagia. Setidaknya hal itu terbukti pada saya :)

 

Ternate dan Jailolo

Indonesia timur selalu menjadi tempat menyenangkan untuk dikunjungi. Sama halnya saat saya datang ke Ternate dan teluk Jailolo di halmahera barat. Cuaca yang cerah dengan langit biru dan lautan yang tenang khas Indonesia Timur. Penduduk disini hidupnya lebih santai, tenang dan sangat ramah dengan pendatang.

Tujuh hari di Halmahera Barat rasanya kurang mengingat tempat wisata khususnya banyak banget. Jika anda suka selam, disinilah tempatnya. Maluku Utara termasuk didalamnya Ternate dan Halmahera masuk dalam segitiga terumbu karang dunia yang terbentang dari Pulau Galapagos, Philipina hingga pulau Bali loh!

Nah jika ke Ternate, jangan lupa datang ke tempat pedagang besi putih. Disini banyak kerajinan tangan dari besi putih yang konon materialnya diambil dari kendaraan milik tentara sekutu yang terbengkalai seperti mobil jeep, pesawat tempur hingga kapal. Bahkan beberapa pedagang ada yang berjualan dogtag milik tentara sekutu yang tewas saat perang dunia kedua lalu.

Lebih candu dari narkoba

01 Monday Apr 2013

Posted by maulanadanny in Catatan

≈ 1 Comment

Tags

bundaran Hotel Indonesia, bundaran Senayan, car free day, gelora bung karno, indorunners, Jakarta, jogging, lari, motivasi, nike, nike plus, nike running, nikeplus, olahraga, reebok


Jelang Pagi di GBKSemua dimulai saat saya gagal dalam tes kesehatan sebagai syarat menjadi karyawan tetap di kantor baru saya Kompas TV. Hasil tes kesehatan dari RS. Carolus menyatakan kadar gula dalam darah (trigliserid) saya diatas 200 sedangkan syarat maksimal dari kantor adalah 150.

Patung Arjuna di Pintu Utama GBKDan saya hanya diberi waktu satu bulan untuk mengulang tes kesehatannya agar bisa menjadi karyawan tetap. Dari sinilah saya terpaksa memulai diet dan olahraga.

Diet sih gampang, tinggal menghindari masakan padang dan makanan yang mengandung kolesterol dan karbohidrat tinggi. Nah olahraga yang susah karena saya paling malas untuk ikutan gym. Pilihan paling gampang ya jogging.

Cindy di bawah patung ArjunaPertama kali jogging di Gelora Bung Karno, saya dan Cindy hanya berhasil satu putaran. Ya karena cara larinya yang ngga benar dan keasikan ngobrol. Apalagi godaan makanan di GBK itu sangat banyak. Mendoan, nasi rames, bubur ayam sampai masakan menado pun ada. Duh!

Sumpah deh waktu pertama kali mulai jogging rasanya berat banget. Ada aja alasannya, malas bangun pagi lah, sepatunya ngga cocok untuk jogging lah, sibuk kerja lah.

GBK setiap pagiTapi kalau memang niat selalu ada aja yang dukung. Selang dua minggu dari jogging pertama, ada diskon besar di Sport Station Senayan City. Dan saya beruntung dapat sepatu Reebok Vibetech dari harga 900 ribuan menjadi harga 250ribu. Dari situlah jadi semangat jogging. Sayang kan udah beli sepatu tapi ngga dipakai? :D

Satu minggu pakai sepatu jogging baru sih semangat, tapi kok ngga ada data yang mencatat kegiatan kita ya? Nah saat itu Cindy selalu mencatat proses jogging di Nike Running app for android. Cukup menyenangkan sih abis keringatan bisa lihat hasil olahraga kita.

Nike plus iPodTapi saya ngga puas. Saya pun install Nike + iPod di hape dan membeli sensor kecil di iBox dan daftar di nikeplus dot com agar saya dan Cindy bisa saingan siapa yang paling oke nih.

Selang tiga minggu dari tes kesehatan pertama, saya melakukan tes kesehatan kedua dan hasilnya saya berhasil lolos dan berat badan saya pun turun 7 kilo !

Sekarang saya jadi kecanduan jogging. Dari beli sepatu jogging, beli sensor, instal nike + iPod app for iphone, sampai beli baju lari. Semua biar gaya aja sih pas jogging. Dan yang paling utama, saya pengen ada diurutan pertama nih dari teman-teman saya di nikeplus dot com.

Car Free Day JakartaTapi semua hal diatas hanyalah cara saya untuk memotivasi diri untuk makin giat olahraga. Hasilnya memang terasa banget. Badan makin ringan dan makin segar. Cuma ya memang tiap beres jogging selalu bawaannya ngantuk karena kalori yang terbakar (200 s.d 400 kalori) ngga balik dengan jumlah yang sama karena pola makan saya pun masih berantakan hehehe.

Bundaran Hotel IndonesiaSudah sebulan ini sejak maret 2013 setiap Car Free Day selalu lari dari bundaran Senayan ke bundaran HI dan balik lagi ke bundaran Senayan. Jaraknya 10 kilometer. Yah lumayan buat nambahin rekor di nikeplus dot com. :D

5 second films

30 Sunday Oct 2011

Posted by maulanadanny in Catatan

≈ Leave a Comment

Tags

fiction, film, movie, pendek, short film, suspense, thriler, vimeo


Dari judulnya aja udah ngga masuk akal. Mana ada film yang bisa bercerita dengan durasi lima detik? Tiga orang gila dari Hollywood ini bisa! Di vimeo.com mereka membuat channel 5-Second Films (http://vimeo.com/channels/fives) yang menampilkan film-film super pendek. Dan hebatnya, dalam lima detik mereka bisa membuat sebuah cerita super singkat dengan teknik jump cut. Hasilnya? Dalam lima detik, anda bisa tertawa, sedih, ketakutan bahkan kesal dengan endingnya.

Well, selamat menonton.

Buddha Boy

30 Sunday Oct 2011

Posted by maulanadanny in Catatan

≈ Leave a Comment

Tags

Buddha, Buddha Boy, Budha, Discovery, documentary, dokumenter, Nepal, Religion, Spirit, Spiritual


Ini kisah tentang kekuatan spiritual. Dimana kebutuhan dasar manusia seperti makan dan minum bisa dikesampingkan untuk tujuan yang lebih luhur. Penyucian jiwa dan impian akan nirwana.

Ram Bahadur Bomjon, a.k.a Palden Dorje (nama monastic) dan berubah menjadi Dharma Sangha lahir 9 april 1990 di Kampung Ratanapuri, Distrik Bara, Nepal. Adalah seorang anak yang disebut-sebut titisan Budha. Setidaknya, begitulah menurut beberapa pengikutnya. Namun Ram sendiri menolak anggapan itu. Menurutnya dan beberapa ahli, penganut Budha setuju bahwa Budha telah bersemayam di nirwana dan tidak bisa lahir kembali sebagai manusia.

Ram memulai fenomenanya pada 16 mei 2005. Ia bermeditasi lebih dari 10 bulan tanpa makan dan minum sedikitpun. Beberapa ahli yang diwawancarai oleh Discovery Channel mencoba mencari berbagai macam penjelasan tentang kekuatan fisik Ram, namun hingga kini jawabannya sendiri masih samar.

Dokumenter tentang Buddha Boy di Discovery Channel bisa ditonton via Youtube. Film yang dibagi menjadi lima seri diupload oleh akun Buddhaboyvideos pada 17 november 2008. Meskipun film ini telah lewat 3 tahun, namun tetap menarik untuk disimak.

Lanjutan serinya : Buddha Boy 2 | Buddha Boy 3 | Buddha Boy 4 | Buddha Boy 5

 

Pasar Suci, Bandung

27 Thursday Oct 2011

Posted by maulanadanny in Catatan

≈ Leave a Comment

Tags

2011, 720p, Agustus, Bandung, documentary, dokumenter, HD ready, Idul Fitri, Ied, jalan-jalan, Lebaran, market, masyarakat, orang, pasar, penduduk, people, record, tradisional, traditional, video, warga


Idul Fitri 2011 telah lewat. Namun kesibukan masyarakat saat persiapan menjelang lebaran tentu tetap menarik untuk disimak. Video ini saya rekam satu hari menjelang hari Idul Fitri yang belum diralat pemerintah (29 agustus 2011)

Direkam di pasar Suci, Bandung. Salah satu pasar yang legendaris di Bandung tengah karena lokasinya dekat dengan Masjid Pusdai dan terpisah beberapa ratus meter saja dengan lapangan Gasibu.

Dari subuh sudah banyak ibu-ibu yang belanja bunga plastik untuk dekorasi rumah dan tentu saja kebutuhan pokok untuk menyambut keluarga dan tamu di hari lebaran.

Video ini direkam dengan kamera pocket ixus 130 dan diedit menggunakan Adobe Premiere CS 3 for Mac. Scoring “Sorban Palit”.

← Older posts

Blog at WordPress.com. Theme: Chateau by Ignacio Ricci.

Cancel