Tags

, , , , , , , , ,


ImagePukul 05.00 WIB. Suara salam terakhir dari imam mengakhiri ibadah sholat subuh di masjid dekat sana. Lampu jalan berwarna jingga redup redam kekurangan daya listrik. Simpang lima itu mulai ramai oleh motor tukang sayur, karyawan yang pulang lembur, pengantar surat dan tukang ojek. Kelap-kelip lampu mobil lalu-lalang dari seberang jalan. Garis-garis tipis air dari langit menurunkan suhu yang sudah cukup dingin. “Cling..!” Suara tutup pematik api dibuka dan sedetik kemudian asap rokok menyelimuti wajah pria kurus berkacamata itu.

Suara-suara parau supir angkutan kota berlomba memanggil calon penumpang yang tak acuh. Dari bawah tiang lampu lalu lintas, seorang pria bertubuh pendek kekar berjalan mendekat. Kedua kakinya tak kompak saat itu. Seolah berjalan di dek kapal yang terombang-ambing hebat di tengah lautan lepas. Seorang kawan lainnya terbaring liar di bawah tiang lampu itu. Antara tertidur pulas atau pingsan kehabisan napas. Entahlah.

“Heeiii !! Heeiii lu!”

“L..lu…luu manggil gw bang?”

“Iya elu tolol! emang gw manggil setan di sebelah lu? Bagi rokok lu!”

“Udah habis bang…”

“Ngga percaya gw, pelit lu!”

“Beneran bang, ini rokok terakhir gw…”

Pria yang terkapar liar di bawah tiang lampu lalu lintas mulai bergerak lemah. Dan terkapar lagi sedetik kemudian.

“Tuh yang nyempil di saku belakang lu, apaan? Bungkus rokok kan?!”

“Isinya bukan rokok bang…”

“Bangsat! Pelit amat sih lu ama gw!”

“Sumpah bang, kalo masih ada gw kasih ke elu…”

“Mana sini gw liat”

“Jangan bang, ini bukan rokok…”

“Eh, babi! Mana sini gw liat!!”

“Lu ngga akan suka isinya bang…”

“Emang isinya apaan? Gele? Makin seneng gw kalo isinya gele! Sini bagi gw!”

Seorang ibu bertubuh tambun berjalan tergopoh-gopoh membawa dua kantung plastik besar berisi sayur dan daging berteriak memanggil tukang ojek.

“Bukan bang…”

“Emang isinya apaan?!!!”

“Ini penis orang yang perkosa cewek gw sebulan kemarin bang. Mau gw bawa pulang buat makan anjing gw…”

Suara sirene dari kejauhan mendekat dengan cepat dan menjauh lagi lebih cepat. Suara teriakan tukang ojek yang bertengkar di kejauhan dan akhir ayat surat Al Ikhlas dari toa masjid mengembalikan atmosfer pagi itu.

Jakarta, 6 April 2012.

Danny Maulana.