Lombok yang ini dan yang itu


Anak-anak desa Wajageseng, Lombok Tengah.

Seharusnya kisah ini saya posting sebelum perjalanan saya ke Sibolga. Tanggal 7 sampai 14 september 2011 lalu. Saya dan tim Pengabdian Trans TV, datang ke pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk liputan tentang sebuah desa di Lombok Tengah yang jauh dari sarana kesehatan.

Tiba di Mataram pukul 1 siang. Saya dan Fitri Faroziati (reporter) bertemu Ari Diatmika (admin @infolombok) dan pak Parhan, kepala desa Wajageseng kecamatan Kopang, kab Lombok Tengah untuk pre-interview tentang kondisi desa yang akan kami datangi setelah ini.

Tuak putih

Dua jam perjalanan melewati sawah dan kebun kangkung dari Mataram ke Lombok Tengah cukup melelahkan. Apalagi ketika memasuki desa Wajageseng, jalanannya masih bolong disana sini. Sampai di rumah pak Parhan, kami dihidangi tuak putih. Wah, ini minuman baru untuk saya. Syukurnya tuak ini tidak mengandung alkohol sama sekali. Rasanya seperti air kelapa yang dicampur gula. Dijamin wajah langsung mengkerut kecut ketika meminumnya. Tapi gelas tuak yang saya habiskan tak terhitung jumlahnya hahahaha. Setelahnya kami langsung jalan kaki ke lokasi liputan. Ternyata tidak jauh! Dari jalan utama desa dengan rumah-rumah penduduk yang sudah permanen, hanya sekitar 500 meter jalan kaki melewati kebun bambu dan pohon aren.

Seorang ibu membawa dua batang bambu sepanjang 7 meter untuk keperluan rumah tangga.

Saya bingung menyebut pemukiman ini, entah masuk desa atau dusun karena jumlah komunitasnya yang sedikit. Yang pasti, komunitas ini sangat butuh fasilitas kesehatan. Rumah-rumah disini masih bilik bambu dengan atap rumbai. Disini hanya ada orang-orang paruh baya dan anak-anak kecil. Para pemuda dan pemudinya banyak yang bekerja di Mataram atau bahkan menjadi TKI di Arab.

Batu apung seharga 2000 rupiah per karung.

Mata pencaharian disini menggali tanah yang mengandung batu apung. Satu karung batu apung dihargai 2000 rupiah. Bayangkan berkeringat sejak pagi dan hanya dapat 20 ribu rupiah saja jika terkumpul sepuluh karung? Wajar kesehatan gigi mereka kurang terawat. Harga sikat dan pasta gigi saja lebih dari 2000 rupiah. Nah, penduduk disini mengakalinya gosok gigi dengan batu apung yang dihaluskan. Debunya digosok-gosokan ke gigi lalu berkumur. Bayangkan debunya yang masih kasar melukai gusi.

drg. Carissa, Tim, Pak Parhan dan Istri foto perpisahan.

Kurang lebih empat hari, kami merekam kegiatan drg. Carissa Kaunang yang datang bersama kami dari Jakarta. Drg. Icha (panggilan akrabnya) memberikan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan menggosok gigi yang baik. Tentunya perlu usaha lebih untuk mengalihkan kebiasaan gosok gigi dari debu batu apung ke pasta gigi. Syukurnya, Icha dan rekan dokternya berencana mengirimkan sikat dan pasta gigi setiap tiga bulan sekali untuk komunitas ini.

***

Rumah seorang nelayan di pantai Sengigi, Lombok.

Diluar topik liputan, saya pribadi tidak pernah bosan ke NTB. Ini yang ketiga kalinya saya ke NTB namun baru pertama kalinya tidak keluar dari pulau Lombok. Dua kali kunjungan saya sebelumnya pasti ke pulau Sumbawa. Jadi, saya tidak membiarkan kesempatan ini lewat begitu saja.

Seorang pemuda setempat memandikan kuda sebelum balapan.

Di belakang hotel Jayakarta, tempat saya menginap ternyata ada perkampungan nelayan. Dan disitu mereka menjual ikan bakar dan ikan yang diasapi kepada pengunjung pantai yang bosan makanan hotel. Beruntungnya saya, saat itu ada para pemuda yang sedang berlatih kuda. Bayangkan berlatih kuda dipinggir pantai Sengigi saat matahari terbenam! Sungguh-sungguh pengalaman fotografis yang tidak akan saya lewatkan.

Thank you God, We're in Gili Trawangan.

Bagi saya pribadi, Lombok sungguh surga yang luar biasa indah bagi para wisatawan. Namun untuk warganya yang hidup jauh dari lokasi wisata, bayangan surga sangat jauh dari pikiran mereka yang setiap hari harus bekerja keras untuk makan esok.

About these ads

2 thoughts on “Lombok yang ini dan yang itu

  1. halo.. berkunjung yaa :)

  2. Tulisannya bagus nih, Dan. Nulis lagi dong :).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s