Dari judulnya aja udah ngga masuk akal. Mana ada film yang bisa bercerita dengan durasi lima detik? Tiga orang gila dari Hollywood ini bisa! Di vimeo.com mereka membuat channel 5-Second Films (http://vimeo.com/channels/fives) yang menampilkan film-film super pendek. Dan hebatnya, dalam lima detik mereka bisa membuat sebuah cerita super singkat dengan teknik jump cut. Hasilnya? Dalam lima detik, anda bisa tertawa, sedih, ketakutan bahkan kesal dengan endingnya.
Ini kisah tentang kekuatan spiritual. Dimana kebutuhan dasar manusia seperti makan dan minum bisa dikesampingkan untuk tujuan yang lebih luhur. Penyucian jiwa dan impian akan nirwana.
Ram Bahadur Bomjon, a.k.a Palden Dorje (nama monastic) dan berubah menjadi Dharma Sangha lahir 9 april 1990 di Kampung Ratanapuri, Distrik Bara, Nepal. Adalah seorang anak yang disebut-sebut titisan Budha. Setidaknya, begitulah menurut beberapa pengikutnya. Namun Ram sendiri menolak anggapan itu. Menurutnya dan beberapa ahli, penganut Budha setuju bahwa Budha telah bersemayam di nirwana dan tidak bisa lahir kembali sebagai manusia.
Ram memulai fenomenanya pada 16 mei 2005. Ia bermeditasi lebih dari 10 bulan tanpa makan dan minum sedikitpun. Beberapa ahli yang diwawancarai oleh Discovery Channel mencoba mencari berbagai macam penjelasan tentang kekuatan fisik Ram, namun hingga kini jawabannya sendiri masih samar.
Dokumenter tentang Buddha Boy di Discovery Channel bisa ditonton via Youtube. Film yang dibagi menjadi lima seri diupload oleh akun Buddhaboyvideos pada 17 november 2008. Meskipun film ini telah lewat 3 tahun, namun tetap menarik untuk disimak.
Idul Fitri 2011 telah lewat. Namun kesibukan masyarakat saat persiapan menjelang lebaran tentu tetap menarik untuk disimak. Video ini saya rekam satu hari menjelang hari Idul Fitri yang belum diralat pemerintah (29 agustus 2011)
Direkam di pasar Suci, Bandung. Salah satu pasar yang legendaris di Bandung tengah karena lokasinya dekat dengan Masjid Pusdai dan terpisah beberapa ratus meter saja dengan lapangan Gasibu.
Dari subuh sudah banyak ibu-ibu yang belanja bunga plastik untuk dekorasi rumah dan tentu saja kebutuhan pokok untuk menyambut keluarga dan tamu di hari lebaran.
Video ini direkam dengan kamera pocket ixus 130 dan diedit menggunakan Adobe Premiere CS 3 for Mac. Scoring “Sorban Palit”.
Video dokumentasi ini adalah video susulan dari postingan tentang desa Jago-Jago di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara sebelumnya. Direkam pada tanggal 7 oktober 2011 saat saya dan Daus (assosiate producer) survey lokasi ke dusun Bongal yang letaknya satu jam perjalanan dari dusun 1 Jago-Jago. Foto tidak selalu bisa menggambarkan secara jelas bayangan kita akan suatu lokasi. Semoga video ini bisa memberikan bayangan yang lebih nyata akan muara Lumut.
Video di rekam dengan iPhone menggunakan aplikasi Super8 tanpa proses editing.
Ya, ini kedatangan kedua saya ke kota pesisir yang indah di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Jika tahun 2009 lalu saya merekam tempat wisata potensial di kota ini. Tanggal 7 sampai 14 Oktober 2011 lalu, saya datang bersama tim Pengabdian, TransTV merekam seorang dokter gigi dari Jakarta untuk membantu memberikan pengobatan yang sangat jarang diterima masyarakat desa Jago-Jago.
Pantai Lorong Desa 1, Jago-Jago, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara
Sekali lagi, jalan darat yang sangat panjang kami tempuh dengan tarikan nafas dalam dan tentu saja perut yang terisi penuh. 12 jam melewati danau Toba yang indah, memasuki Siantar yang penuh motor BSA 400cc modifikasi menjadi becak. (Saya menangis melihat nasib motor-motor ini). Melihat pasar Balige dengan atapnya yang eksotis, mampir di Tarutung yang terkenal dengan gitar homemade Bonapasogi dan akhirnya tiba di Sibolga tengah malam. Fiuh. Continue reading »