Pelindung Kabel, apalagi ini?


JPEG image-9EEA01A087BC-1

Ada-ada aja ya aksesoris gadget jaman sekarang. Dulu waktu masih booming Nokia, gantungan yang suka menyala kalau ada sms masuk aja udah keren banget, eh ternyata sekarang udah usang ketinggalan jaman.

Nasib kabel charger iPhone 3GS

Nasib kabel charger iPhone 3GS

Akhir-akhir ini lagi tren pelindung kabel charger yang terbuat dari plastik lunak berbentuk spiral dengan warna-warni cerah yang fungsinya nanti adalah melilit kabel sedemikian rupa agar kulit asli kabel ngga terbuka atau bahkan sampai putus karena jaman smartphone sekarang yang baterainya hanya tahan dari 6 hingga 8 jam sehari. Ya seperti nasib kabel charge iPhone 3GS saya yang udah busuk ini. :(

Belum sempat beli, eh beruntung ada teman yang jualan aksesoris hp punya pelindung kabel lebih, ya udah saya minta aja hehehehe.

Masangnya sih susah-susah gampang. Pelindung kabel yang aslinya seperti gelang, digunting dulu di sambungannya lalu tarik spiral ujungnya dan masukkan di ujung kabel yang akan dilindungi. Setelah itu tinggal ngikutin pola spiralnya deh sampai tertutup semua.

Satu kabel iPhone 5S butuh 4 pelindung kabel, itupun masih sisa banyak tapi kalau pakai 3 ya kurang (serba salah deh).

Bener juga sih, setelah pelindung kabel menutupi semua permukaan kabel, si kabel charge jadi terasa lebih kokoh aja dan tentunya ngga perlu khawatir rusak dan harus beli kabel original di premium store yang harganya selangit!

Pelindung kabel seperti ini masih jarang ada di toko-toko hp, kalo kalian juga mau beli bisa loh langsung ke akun instagram @bagus_murah dan langsung pesan deh via kontak yang ada disana, bilang saja tau dari blog ini biar dapat diskon lagi :D

Hehehe ujung-ujungnya promosi tapi gpp deh itung-itung bantu temen, apalagi udah dapat gratisan :)

 

Mengukur jalan hingga ke Pasar Pagi Asemka


JPEG image-39E5C6755DBB-1

Sudah lama saya ingin ke Pasar pagi Asemka. Konon pasar kaki lima di bawah Jembatan Lima, Jakarta Barat, menjual hampir semua hal dengan harga super miring karena keterlaluan murahnya.

Yang bikin berat kesana jauh dan macetnya itu loh, dari tempat tinggal saya di Mampang Prapatan jaraknya aja bikin aplikasi Google Maps di iPhone harus di zoom out biar kelihatan jarak utuhnya!

Tapi karena belakangan ini saya suka ke Tanaabang, dan sempat liat rambu petunjuk jalan selalu mengarah kesana bikin jadi penasaran. Sepertinya sih dekat, ya sudah saya impulsif aja langsung tancap gas kesana.

Saya kesana hari rabu sekitar jam 1 siang dan cuaca hari itu luar biasa cerah dengan langit tanpa awan sekalipun.

Saya bergerak dari Palmerah Selatan mengarah ke Tanabang lewat jalan Pejompongan. Mendekati Tanabang saya masuk underpass yang mengarah terus ke jalan Cideng dan lurus terus ngikutin rambu petunjuk jalan yang mengarah ke Jembatan Lima dan Kota.

Ternyata jalurnya ngga lurus terus apalagi seperti biasa di Indonesia belum sampai tujuan rambu petunjuk jalannya mulai menghilang. Jadi aja mengandalkan Google Maps yang mengarahkan saya belok kiri dan kanan dan akhirnya nanya ke tukang parkir dan supir Bajaj.

Tampak depan gedung China Trade Center a.k.a Pasar Pagi Asemka

Tampak depan gedung China Trade Center a.k.a Pasar Pagi Asemka

Sampai juga ke wilayah Asemka. Tapi bukannya ke kolong Jembatan Lima yang ada 100 meter di depan, saya belok masuk ke gedung yang nama resminya China Trade Center. Gedungnya seperti di film-film gangster dari Hongkong, kumuh abis!

Saya agak malas masuk ke gedung ini tapi di depan pintu masuk ada pos petugas parkir lengkap dengan palangnya, artinya parkirannya dikelola cukup baik dong ya. Setelah ambil tiket saya naik ke lantai 5 melewati toko-toko yang penuh ribuan barang aksesoris yang masih dalam dus-dus besar seperti barang kiriman yang baru datang dari Tiongkok.

Setelah parkir motor di lantai 5, saya bingung mau turun ke dalam toko lewat mana. Lift tepat di depan parkiran aja tampak kusam dan tombolnya ngga nyala, entah rusak ato ngga. Untung ada sekuriti yang lagi ngobrol dan ternyata benar turun dari lift itu hahahaha.

Setelah pintu lift terbuka ternyata ada bapak-bapak yang duduk santai di bangku lipat depan tombol mengoperasikan lift. Yang menarik, bapak-bapak itu harus ada disana karena tombolnya sudah hilang semua jadi perlu teknik khusus untuk mengerakkan lift. wuiih!

Lantai 2 China Trade Center yang cocok untuk shooting film horor atau film gangster

Lantai 2 China Trade Center yang cocok untuk shooting film horor atau film gangster

Meski gedung ini berlantai 5 (atau 6 ya?) tapi hanya 3 lantai yang terisi. Lantai basement, lantai dasar, dan lantai 1.

Saya langsung turun ke lantai paling dasar dan mulai lihat-lihat. Kondisi setiap lantainya nyaris seperti di glodok yang penuh barang menutupi jalan, namun bedanya semua barang yang dijual disini adalah aksesoris wanita.

Lantai 1 China Trade Center

Lantai 1 China Trade Center

Mulai dari dompet hp, ikat rambut, peralatan mandi, tas wanita dan travel bag, hingga gelang dan kalung imitasi.

Seandainya tempat ini lebih bersih dan teratur mungkin mata kita enak lihat banyaknya barang harga grosiran warna-warni disetiap sudut lantai. Tapi ya karena ini pusatnya grosir dengan harga supplier, ya begitu deh kondisinya.

Tapi meski jorok, tempat ini ramai banget! Di setiap sudut toko ada pelanggan yang lagi nawar, ada yang lagi foto barangnya (mungkin untuk jualan online) dan ada yang lagi ngitungin duit merah yang masih baru.

Lingkungan di belakang gedung China Trade Center

Lingkungan di belakang gedung China Trade Center

Don’t judge the book by it cover bener sih. Penampilan gedung ini ancur abis tapi sangat bisa diandalkan untuk kalian yang mau mulai belajar dagang. Modal kalian yang bisa habis jika beli stok barang di ITC mungkin bisa sisa banyak kalau belanja disini, sayang pilihannya terbatas aksesoris wanita saja.

Dan satu hal lagi, orang-orang disini cukup ramah loh :D

P.S: Saya memang sengaja ngga ke pasar pagi Asemka dibawah kolong Jembatan Lima yang terkenal jual mainan karena sudah banyak media online yang menceritakan tempat itu.

Apple’s New Macbook yang tidak terlalu baru


Tulisan ini sebenarnya tidak adil karena produk yang saya bicarakan tidak saya sentuh atau gunakan langsung. Bahkan produk ini belum dipasarkan! Tapi saya terlalu gatal untuk tidak membagi informasi ini :D

Ini bukan tulisan tentang produk inovatif terbaru Apple Watch, tapi New Macbook. ultrabook terbaru Apple yang dirilis bersamaan dengan Apple Watch namun jauh dari sorotan.

Saya pertama tahu Apple merilis ultrabook terbaru dari sebuah situs gadget khusus produk Apple. Sebenarnya penasaran dengan Apple Watch serta harganya namun saat melihat artikel dengan foto New Macbook berwarna emas mencolok, minat saya berubah arah.

New Macbook, ultrabook super tipis terbaru Apple, indah. Sangat indah! Dengan layar 12″, New Macbook 0,16 inci lebih tipis dari Macbook Air 11″ terbaru dan dikapalkan dengan 3 warna andalan Apple, silver, space grey dan tentu saja gold!

Bagi seorang desainer yang bekerja dengan fantasi tentunya mudah mengaplikasikan mimpi membuat ultrabook lebih tipis dari Macbook Air ke dalam sketsa, namun tantangan terbesarnya tentu saja bagi teknisi untuk mewujudkannya.

Pada akhirnya akan banyak hal yang (bagi kita) dikorbankan, tapi bagi Apple ini adalah inovasi.

Dari eksterior, kita tidak akan bisa lagi melihat logo Apple menyala terang dari kejauhan di New Macbook karena di ultrabook ini, logo Apple diembos seperti yang biasa kita lihat dibelakang iPhone dan iPad.

Hal mendasar yang menurut Apple inovatif namun bagi pengguna adalah sebuah masalah, adalah hilangnya port usb, thunderbolt dan charger MagSafe 2 yang seharusnya ada seperti di Macbook Air dan Macbook Pro. Sebagai gantinya, Apple hanya menyematkan 2 port. Port pertama adalah jack in untuk headphone dan yang kedua adalah port USB type C atau familiar disebut USB 3.

Port itu sebagai charger, colokan usb, video in dan lain hal. Gila! Tentunya sangat repot ketika ingin charger laptop, sementara perlu port usb untuk transfer data via HDD eksternal atau USB stick.

Well, Apple melakukan ini untuk mendukung teknologi wireless. Selagi menunggu produk pihak ketiga familiar dengan ide gilanya, pemilik New Macbook bisa membeli semacam port eksternal yang harganya bisa mencapai setengah juta rupiah. Inovasi atau marketing gimmick?

Dan satu hal terakhir yang ingin saya komentari adalah kamera depan yang justru mengalami downgrade. Di Macbook Air dan Macbook Pro, kamera depan untuk FaceTime atau Skype punya kualitas HD 720 tapi di New Macbook diturukan kualitasnya menjadi SD 480.

Masih banyak lagi yang dipangkas tapi juga banyak yang di upgrade terutama dari kapasitas hardisk, memori dan tentu saja kapasitas baterai. Dengan semua ini Apple memasang harga $1299 untuk New Macbook 12″ dan mulai $899 untuk Macbook Air 11″

Penasaran, nih komparasi lengkapnya langsung dari situs resmi Apple, http://www.apple.com/mac/compare/results/?product1=macbook&product2=macbook-air-11

Selamat memilih yang sesuai kebutuhan kamu :D